Page Rank

Kamis, 07 Januari 2016

SAINS : ALLAH, Tuhan Jagad Raya

Segala sesuatu yang berpermulaan pastilah memerlukan penyebab, karena alam semesta berpermulaan maka alam semesta memerlukan penyebab atas keberadaannya. Dengan demikian alam semesta itu ada, sebab diciptakan. Alam semesta ini mustahil ada jika tidak diciptakan sebagai suatu sebab keberadaanya.
Teori relativitas Einstain yang memiliki pijakan ekspreimental telah menunjukkan bahwa keberadaan waktu berkaitan dengan materi dan ruang, dengan demikian waktu itu sendiri bersesuaian dengan materi dan ruang. Materi,ruang dan waktu terbentuk seiring dengan terciptanya alam semesta yang diciptakan. Dengan demikian sangat tidak mungkin jika yang menciptakan alam semesta berbentuk materi dalam ruang maupun terbatasi waktu karena ketiganya sebelumnya tidak ada. Sehingga tidak mungkin Sang Pencipta alam semesta ini berbentuk materi, tidak mungkin hidup terbatas dalam ruang dan sangat tidak mungkin terbatasi oleh waktu. Jika yang menciptakan alam semesta itu terbatasi oleh waktu maka Sang Penciptapun akan mengalami kematian, sangat mustahil jika Sang pencipta itu mati.

Dalam kitab suci Al-Qur’an disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 255 yang artinya “Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal terus menerus mengurus (makhluknya)”. Naaah dengan demikian hanya Allahlah Tuhan yang tidak terbatasi oleh waktu, sehingga Dia hidup kekal.
Dalam Surat Al-Ikhlas ayat 3-4 disebutkan yang artinya “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakan dan tiada seorangpun yang setara dengan Dia”. Dengan demikian sangat jelas bahwa Dia (Tuhan) bukan buatan manusia dan juga tidak dilahirkan oleh manusia dan jelas Tuhan bukanlah materi yang menempati ruang sehingga Tuhan bukanlah produk dari ciptaan karena Dia tidak memiliki Penyebab.

Hukum Termodinamika II menyatakan bahwa “Jumlah energy yang tersedia untuk beraktifitas dapat habis atau terus menyusut atau entropi meningkat menjadi maksimum” . berdasarkan hukum ini total energy terbatas dan jumlah energi yang digunakan berkurang sehingga alam semesta mustahil ada selamanya karena telah mengabiskan semua energy yang telah digunakan. Misal jika semua atom radioaktif akan rusak maka setiap bagian alam semesta akan memiliki suhu yang sama sehingga tidak akan terjadi aktifitas apapun. Dengan demikian alam semesta ini diciptakan oleh “Sang Pencipta” dengan banyak energy yang telah digunakan,kemudian sejak itu mengalami kemunduran.

Mekanika kuantum tidak pernah mengasilkan sesuatu dari ketiadaan. Teori bahwa alam semesta merupakan fluktuasi kuantum harus berasumsi bahwa pasti terdapat sesuatu untuk memfluktuasi “quantum vacuum” adalah banyaknya potensi materi-antimateri bukan ketiadaan. Sehingga jelas alam semesta memiliki permulaan yang tentu telah diciptakan oleh Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Tetapi Dia sendiri tidak memiliki awal maupun akhir, sehingga “Dia bukanlah produk dari ciptaan”.

Allah SWT berfirman : “Dan bertaqwalah kepada Allah Yang Hidup Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memujiNya. Dan cukuplah Dia mengetahui dosa-dosa hambaNya (Qs. Al-Furqaan:58)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar