Page Rank

Jumat, 08 Januari 2016

Gunung Raung, Gunung Angker

GUNUNG RAUNG merupakan salah satu gunung di Pulau Jawa yang paling sering didaki oleh para pecinta alam. Selain menawarkan pemandangan yang sangat indah, Gunung Raung juga dikenal dengan sejumlah kisah misterinya.

Keangkeran Gunung Raung tampak dari nama-nama pos pendakiannya yang menyimpan berbagai kisah misteri dan memiliki sejarahnya sendiri-sendiri, seperti Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit, dan Pondok Angin.

Menurut cerita masyarakat sekitar, pos pendakian Pondok Sumur memiliki sebuah sumur yang biasa digunakan seorang pertapa sakti asal Gresik. Sumur dan pertapa itu dipercaya masih ada hingga kini, namun tidak dapat dilihat kasat mata. 

Para pendaki yang kerap berkemah di kawasan ini mengaku kerap mendengar suara derap kaki kuda yang melintas di belakang tenda. Tetapi saat dilihat ke belakang, tidak ada apa-apa.

Sedangkan Pondok Demit dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat jual-beli para lelembut atau Pasar Setan. Pada hari-hari tertentu, di kawasan ini suka terdengar keramaian seperti dalam pasar dengan alunan musik.

Lokasi pasar setan terletak di sebelah timur jalur atau lembah dangkal yang hanya dipenuhi ilalang setinggi perut dan pohon perdu. Bagi orang-orang tertentu, lokasi ini kerap dijadikan tempat pesugihan.

Pos selanjutnya adalah Pondok Mayit. Sejarah pos ini sangat menyeramkan. Konon katanya, di kawasan ini pernah ditemukan sesosok mayat menggantung di pohon. Mayat itu adalah seorang bangsawan Belanda yang dibunuh para pejuang.

Sementara pos Pondok Angin yang berada di puncak bukit merupakan pos yang sangat dinanti para pendaki. Dari pos ini, para pendaki bisa melihat pemandangan alam pegunungan dan gemerlap Kota Bondowoso dan Situbondo yang sangat indah.

Saat cuaca sedang mendung, dari pos ini juga bisa terlihat sambaran kilat di kota. Pemandangan yang sangat indah ini cocok bagi mereka yang mencintai seni fotografi.

Di balik keindahannya itu, angin yang bertiup di wilayah ini sangat kencang hingga suaranya terdengar maraung-raung. Saking kencangnya angin, para pendaki bisa terpental hingga ke dasar jurang yang terjal.

Misteri yang menyelimuti pos Pondok Angin adalah derap kaki suara kuda dari kereta kencana yang kerap terdengar di kawasan ini. Konon, pondok Angin ini merupakan pintu gerbang masuk ke kerajaan gaib itu.

Misteri yang tidak kalah menyeramkan berada di barat kaldera Gunung Raung yang merupakan perbukitan terjal. Di kawasan ini dipercaya masyarakat sekitar sebagai Kerajaan Macan Putih yang merupakan singgasana Pangeran Tawangulun.

Kerajaan Macan Putih berdiri saat gunung ini meletus tahun 1638. Pusatnya terletak di puncak Gunung Raung. Kerajaan itu dipimpin oleh Pangeran Tawangulun yang merupakan salah satu anak raja di Kerajaan Majapahit yang hilang saat bertapa.

Masyarakat sekitar percaya, Kerajaan Macan Putih masih ada hingga kini. Beberapa kali, bahkan kerajaan ini melangsungkan upacara pernikahan. Saat upacara dilangsungkan, hewan milik warga banyak yang mati mendadak.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, hewan-hewan itu bukan mati tanpa sebab, tetapi dijadikan upeti bagi para penguasa Kerajaan Macan Putih yang hilang tanpa jejak ke alam gaib atau moksa.

Masyarakat juga percaya bahwa Kerajaan Macan Putih sesekali tampak, terutama di malam Jumat kliwon ke alam nyata untuk beberapa maksud dan tujuan.

Dalam beberapa kepercayaan masyarakat disebutkan, Pangeran Tawangulun merupakan salah satu suami dari Nyai Roro Kidul. Setiap malam jumat, saat Kerajaan Macan Putih menampakkan dirinya ke alam nyata, Nyai Roro Kidul mengunjungi suaminya.

Kamis, 07 Januari 2016

SAINS : ALLAH, Tuhan Jagad Raya

Segala sesuatu yang berpermulaan pastilah memerlukan penyebab, karena alam semesta berpermulaan maka alam semesta memerlukan penyebab atas keberadaannya. Dengan demikian alam semesta itu ada, sebab diciptakan. Alam semesta ini mustahil ada jika tidak diciptakan sebagai suatu sebab keberadaanya.
Teori relativitas Einstain yang memiliki pijakan ekspreimental telah menunjukkan bahwa keberadaan waktu berkaitan dengan materi dan ruang, dengan demikian waktu itu sendiri bersesuaian dengan materi dan ruang. Materi,ruang dan waktu terbentuk seiring dengan terciptanya alam semesta yang diciptakan. Dengan demikian sangat tidak mungkin jika yang menciptakan alam semesta berbentuk materi dalam ruang maupun terbatasi waktu karena ketiganya sebelumnya tidak ada. Sehingga tidak mungkin Sang Pencipta alam semesta ini berbentuk materi, tidak mungkin hidup terbatas dalam ruang dan sangat tidak mungkin terbatasi oleh waktu. Jika yang menciptakan alam semesta itu terbatasi oleh waktu maka Sang Penciptapun akan mengalami kematian, sangat mustahil jika Sang pencipta itu mati.

Dalam kitab suci Al-Qur’an disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 255 yang artinya “Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal terus menerus mengurus (makhluknya)”. Naaah dengan demikian hanya Allahlah Tuhan yang tidak terbatasi oleh waktu, sehingga Dia hidup kekal.
Dalam Surat Al-Ikhlas ayat 3-4 disebutkan yang artinya “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakan dan tiada seorangpun yang setara dengan Dia”. Dengan demikian sangat jelas bahwa Dia (Tuhan) bukan buatan manusia dan juga tidak dilahirkan oleh manusia dan jelas Tuhan bukanlah materi yang menempati ruang sehingga Tuhan bukanlah produk dari ciptaan karena Dia tidak memiliki Penyebab.

Hukum Termodinamika II menyatakan bahwa “Jumlah energy yang tersedia untuk beraktifitas dapat habis atau terus menyusut atau entropi meningkat menjadi maksimum” . berdasarkan hukum ini total energy terbatas dan jumlah energi yang digunakan berkurang sehingga alam semesta mustahil ada selamanya karena telah mengabiskan semua energy yang telah digunakan. Misal jika semua atom radioaktif akan rusak maka setiap bagian alam semesta akan memiliki suhu yang sama sehingga tidak akan terjadi aktifitas apapun. Dengan demikian alam semesta ini diciptakan oleh “Sang Pencipta” dengan banyak energy yang telah digunakan,kemudian sejak itu mengalami kemunduran.

Mekanika kuantum tidak pernah mengasilkan sesuatu dari ketiadaan. Teori bahwa alam semesta merupakan fluktuasi kuantum harus berasumsi bahwa pasti terdapat sesuatu untuk memfluktuasi “quantum vacuum” adalah banyaknya potensi materi-antimateri bukan ketiadaan. Sehingga jelas alam semesta memiliki permulaan yang tentu telah diciptakan oleh Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Tetapi Dia sendiri tidak memiliki awal maupun akhir, sehingga “Dia bukanlah produk dari ciptaan”.

Allah SWT berfirman : “Dan bertaqwalah kepada Allah Yang Hidup Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memujiNya. Dan cukuplah Dia mengetahui dosa-dosa hambaNya (Qs. Al-Furqaan:58)

Tuhan Adalah Tuhan, Hamba Adalah Hamba

Keesaan Allah adalah prinsip yang paling mendasar dalam Islam. Konsep ini berimplikasi pada kesatuan ciptaan yakni keterhubungan bagian-bagian alam yang selanjutnya berimplikasi juga pada kesatuan pengetahuan. Keyakinan bahwa Allah adalah Esa (tauhid) bukan hanya menjadi keimanan yang menjadi dasar keyakinan umat islam kepada Allah SWT, namun juga merupakan kerangka pemikiran yang membangun integritas kebenaran. Keesaan Allah SWT. menunjukkan bahwa tidak ada sekutu baginya. Bukti-bukti keesaan Allah adalah bahwa sesungguhnya alam semesta itu satu (yang disebut kesatuan alamiah). Beberapa bagiannya lebih mulia dan lebih tinggi dari sebagian yang lain. Dalam keseluruhan alam terdapat manusia yang merupakan makhluk yang dapat berfikir, alam fisik adalah badan dan lahiriyahnya, sedangkan alam arwah adalah ruh dan bathinnya.seluruhnya tersusun dalam kesatuan. Oleh karena alam itu satu, maka Tuhan penciptanyapun adalah satu.

Dalam pandangan islam, penciptaan alam semesta memiliki tujuan sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an yang artinya “Dan tidak Kami ciptakan langit dan bumi,dan apapun yang ada diantara keduanya untuk kesia-siaan” (Q.S 38:27). Pemahaman ini telah menepis pandangan kaum naturalis bahwa alam terjadi secara kebetulan yakni melalui proses alamiah berdasarkan hukum alam yang ada dalam dirinya. Oleh karena kebetulan tentu alam semesta tidak memiliki tujuan kecuali berjalan dengan hukum-hukum tersebut. Alqur’anpun telah menyatakan “Apakah kalian mengira bahwa kami menciptakan kalian hanya sia-sia dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Q.S 23: 115).

Islam menganjurkan umatnya untuk menjalankan agama secara kaffah (sempurna). Diantara komponen kesempurnaan itu adalah bahwa umat islam harus mengembangkan ilmu, terutama ilmu yang mempunyai perhatian tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 190 yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. Pernakah kita berfikir andai kita mengalami siang terus sampai hari kiamat atau sebaliknya jika kita mengalami malam terus sampai hari kiamat?. Pertanyaan seperti itupun sudah diajukan oleh Al-Qur’an surat Al-Qashash ayat 71 dan 72 yang artinya “Katakanlah, terangkan kepadaku, jika allah menjadikan untukmu malam it terus menerus sampai hari kiamat, siapa Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?” sedangkan di ayat 72 dinyatakan ” Katakanlah , terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memerhatikan ?. Siang dan malam seakan menjadi hal yang sepele dan biasa dalam kehidupan kita namun sebenarnya banyak mengandung makna. Dalam ayat diatas ada pertanyaan “siapa tuhan selain Allah?. Adakah tuhan selain Allah SWT. Yang telah mengatur terjadinya siang dan malam, yang mendatangkan terang dan gelap? Tidak ada dan Tidak ada seorangpun.

Selain menganjurkan untuk menjalankan agama secara kaffah dan mengamati alam semesta, manusia juga dianjurkan untuk mengEsakan Dia, tidak menyekutukan dengan siapa dan apapun. Manusia yang sempurna tidak akan mengkalaim dirinya memiliki bau ketuhanan melainkan mengaku sebagai hamba sejati yang selelu berusaha untuk mendekatkan diri kepada penciptanya dengan kerendahan diri. Hamba adalah hamba, Tuhan adalah Tuhan. Pemberian predikat kehambaan kepada hamba berarti pemberian predikat ketuhanan kepada Tuhan. Hamba bukanlah Tuhan dan Tuhanpun bukanlah hamba. Nabipun seorang hamba dan tak pernah ada nabi yang menganggap dirinya Tuhan.
Dan ingatlh ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) Bukankah aku ini Tuhanmu?. Mereka menjawab betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. “(Q.S. Al-A’raf: 172)
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” Q.S. Al-Anbiya’:107).

ILMIAH : Mengapa Tuhan Tidak Bisa Dilhat?

Seorang astronot dan seorang ahli bedah otak pernah berdiskusikan tentang agama, ahli bedah itu seorang Kristen dan seorang astronot orang yang tidak beragama. Sang astronotpun berkata: “Saya pergi keluar angkasa berkali-kali tapi tidak pernah melihat Tuhan dan Malaikat”. Mendengar perkataan seperti itu Sang ahli bedah otakpun berkata: “ Dan aku mengoperasi banyak otak cemerlang namun aku tidak pernah menemukan satu pikiranpun.” Katanya.

Dari perkataan sang ahli bedah otak itu menunjukkan bahwa bukan berarti pikiran itu tidak ada walaupun setiap waktu manusia menggunakan pikirannya tetapi tak pernah selkalipun kita melihat wujud dari pikiran itu sendiri, pikiran bukanlah materi yang terlihat. Andaikata pikiran adalah materi maka pikiran itu bisa dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang paling kecil seperti layaknya benda atau zat. Pisau yang bagaimana yang dapat memecah pikiran kita ? gak ada tentunya.
begitu juga dengan perkataan sang astronot itu tidak membuktikan kalau Tuhan dan Malaikat tidak ada melainkan tidak terlihat karena bukan materi. Sejauh apapun Astronot menjelajahi ruang angkasa pasti tidak akan pernah menemukan malaikat apalagi Tuhan.

Sekarang bagaimana sains memahami ini?

Dalam dunia fisika kita mengenal adanya dimensi ekstra, menurut fisika partikel setidaknya ada sepuluh dimensi ruang dan demensi waktu yang ada dalam penciptaan alam semesta. Jika ruang yang kita tempati ini adalah ruang material tempat planet-planet dan galaksi-galaksi, maka dimensi diluar dimensi kita adalah ruang immaterial.

Tiga dimensi ruang dan waktu yang kita tempati saat ini, sehingga kita bisa melihat benda-benda yang berada di dimensi kita. Sedangkan enam dimensi lainnya ada di alam semesta sebagai dimensi yang sangat kompak yang membungkus dimensi kita.

Ruang 3 dimensi dibungkus oleh ruang 4 dimensi anggap saja ini adalah lapisan pertama

Ruang 4 dimensi dibungkus oleh ruang 5 dimensi anggap saja ini adalah lapisan kedua

Ruang 5 dimensi dibungkus oleh ruang 6 dimensi anggap saja ini adalah lapisan ketiga

Ruang 6 dimensi dibungkus oleh ruang 7 dimensi anggap saja ini adalah lapisan keempat

Ruang 7 dimensi dibungkus oleh ruang 8 dimensi anggap saja ini adalah lapisan kelima

Ruang 8 dimensi dibungkus oleh ruang 9 dimensi anggap saja ini adalah lapisan keenam

Ruang 9 dimensi dibungkus oleh ruang 10 dimensi anggap saja ini adalah lapisan ketujuh

Makhluk di ruang dimensi 3 tidak akan bisa melihat makhluk yang ada di ruang dimensi 4, tetapi ini tidak berlaku sebaliknya, sedangkan makhluk di ruang dimensi 4 bisa melihat makhluk di ruang dimensi 3, begitu seterusnya, yang pada dasarnya makhluk disuatu dimensi tidak akan mampu melihat makhluk yang berada di dimensi yang lebih tinggi, sedangkan makhluk di dimensi yang lebih tinggi akan mampu melihat makhluk yang berada didimensi lebih rendah, dengan demikian misalnya ada makhluk di ruang dimensi 5 maka dia bisa melihat makhluk di ruang dimensi 4 dan 3. Dan seterusnya.

Untuk mempermudah memahaminya dapat saya uraikan seperti ini:

Bayangkan kita sebagai pengamat alam semesta yang didalamnya hanya berisi dua dimensi ruang (katakanlah x dan y),sehingga perlu satu dimensi lagi (katakanlah z) dari pada makhluk-makhluk yang hidup didalamnya di dua alam dimensional ini.
Katakanlah Budi memandang Ali, maka Budi hanya melihat satu sisi Ali dalam satu waktu (bagian depan, bagian belakang, samping kiri ataukah samping kanan) tergantung dimana posisi Budi, yang bentuknya hanya bidang, Budi tidak akan mampu melihat Ali secara utuh dalam satu waktu. Untuk mengetahui Ali secara utuh maka Budi harus mengelilingi Tubuh Ali, sehingga gambaran tubuh Ali secara utuh hanya ada pada pikiran Budi.
Meskipun demikian sebagai pengamat, dari dunia tiga dimensional kita bisa melihat Budi dan Ali secara keseluruhan.
Andai Budi atau Ali bersembunyi di dalam kamar, maka kita sebagai pengamat masih bisa melihatnya karena dinding temboknya tidak meluas ke dimensi kita, tetapi mereka tidak bisa melihat kita sebagai pengamat.
Dengan memahami tentang ruang dimensional ini, kita bisa memahami mengapa malaikat dan Tuhan tidak bisa kita lihat.

Mengapa Tuhan tidak bisa kita lihat ????

Allah SWT. Berfirman:
Dan tatkala Musa datang untuk pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman kepadanya, berkatalah Musa, Yaa Tuhanku, tampakkanlah kepadaku agar aku melihat kepada Engkau, Tuhan berfirman , kamu sekali-kali tidak sanggup melihatku, tapi lihatlah kebukit itu maka jika ia tetap ditempatnya niscaya kamu dapat melihatKu. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikanNya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali dia berkata: Maha suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman. (Qs. Al-A’raaf: 143)

Jika kita percaya dan menyakini bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan bukan lahir dari keabadian, maka kesepuluh dimensi yang membentuk alam semesta dijalankan oleh Tuhan. Karena Dia yang telah menciptakan Dimensi ruang dan dimensi waktu di alam semesta ini.

Kita yang berada di ruang dimensi 3 dan waktu, tidak akan mampu melihat segala sesuatu yang berada di ruang dimensi 4 sampai dengan 10 kecuali jika ada makhluk dari dimensi lain yang masuk ke dalam dimensi kita. Apalagi melihat yang menjalankan dan menciptakan dimensi-dimensi ruang dan waktu tersebut yaitu Tuhan. Tuhan tidak butuh dimensi untuk memempatkan dimana diriNya karena Dia ada sebelum dimensi ruang dan waktu tercipta dan Tuhan Kuasa untuk melihat seluruh makhluknya tanpa terkecuali.
Dalam surat Al-An’aam ayat 103 Allah SWT. Berfirman “ Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dia yang Maha halus lagi maha mengetahui.”

Bagaimana dengan malaikat ??

Malaikat tidak bisa kita lihat karena Mereka berdimensi lebih tinggi dari pada kita, walaupun kita tidak tahu persis di dimensi berapakah Mereka.

Disebutkan dalam sebuah hadits, daripada Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, katanya: Rasulullah shollaLlahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu mempunyai malaikat yang menyebar di jalan untuk mencari kumpulan orang-orang yang ahli berzikir. Jikalau mereka menemukan sekelompok kaum yang berzikir kepada Allah, lalu mereka berseru: “Marilah, di sini dapat terpenuhi hajatmu semua.” Mereka itu mengebas-ngebas sayap-sayap mereka sehingga datang di langit dunia.”

Pada saat kita berzdikir bersama-sama dalam suatu majlis zdikir pernahkah kita bersenggolan dengan para malaikat ?, atau bertemu dengannya dijalan saat kita berangkat ke majlis zdikir? Padahal kita yakin bahwa malaikat hadir disitu.

Sebut Nama ALLAH, Jangan Yang Lain

Dalam penelitian laboratorium oleh 20 ahli kedokteran hewan, farmasi dan sains di Universitas Suriah telah membuktikan bahwa menyembelih hewan dengan menyebut asma Allah SWT yaitu dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohiim dan Allahuakbar saat menyembelihnya maka dapat menstrerilisasi total terhadap tubuh dan membersihkan hewan sembelihan tadi dari darah dan kuman. Juru bicara tim tersebut yaitu Dr. Khalid Halawah mengatakan bahwa eksperimen laboratorium yang dilakukan selama 3 tahun dengan mengamati jaringan danging sembelihan dengan menggunakan mikroskup, didapatkan perbedaan bahwa menyembelih hewan tanpa menyebut nama Allah SWT. Dan takbir ternyata menahan sisa darah segar dan menjadi koloni sejumlah kuman seperti staphylococcus, streptococcus dan kuman usus besar dan lain sebagainya. Sedangkan daging hasil sembelihan hewan dengan cara menyebut asma Allah SWT saat menyembelih, yaitu dengan mengucapkan BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM dan ALLAHUAKBAR berada dalam keadaan bersih dan steril dari kuman-kuman.

Profesor Fu’ad Ni’mah guru besar pada Fakultas ilmu kedokteran hewan di Universitas Damaskus menjelaskan bahwa hewan yang disembelih dengan mengucapkan nama Allah SWT. Terlihat organ dan otot sangat rapat, kerapatan ini yang bertanggung jawab atas pemerasan darah pada daging keluar dengan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu daging tersebut menjadi bersih dan murni. Sementara hal ini tidak terjadi pada daging hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah SWT. Dr. Nabil Al-Syarif mantan dekan Fakultas Farmasi Universitas Damaskus menjelaskan langkah metodologis penelitiaan sampai mendapatkan hasil dan kesimpulan yang luar biasa ini.

Dari penjelasan singkat ini , terlihat dengan jelas mengapa Al-Qur’an melarang manusia memakan bangkai dan hewan sembelihah tanpa menyebut nama Allah SWT. Bangkai merupakan hewan yang mati bukan karena sembelihan, naaah karena tanpa penyembelihah maka darah hewan tersebut masih tertahan didalam tubuhnya. Padahal kita tahu bahwa darah adalah pembawa berbagai kotoran tubuh seperti karbon dioksida, urine, asam boraks, kuman tubuh dan parasitnya dan ampas pengolahan makanan pada hewan yang berpindah melalui pembuluh darah atau urat nadi, sedangkan ampas ini pada umumnya adalah zat yang cepat membusuk dan hancur bila tertahan dalam tubuh mayat hewan, dengan demikian daging akan cepat rusak dan hancur. Sehingga dengan memakan bangkai (hewan tanpa sembelihan) bisa menimbulkan penyakit organis atau virus yang merusak dan menyebabkan kepikunan. Disampiny itu kita juga dilarang memakan darah dan daging babi. Dengan fakta ilmiah ini membuktikan bahwa Al-Quran adalah Firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Akhirul Zaman Muhammad SAW. Dan merupakan petunjuk bagi manusia yang mau memikirkannya.

Allah SWT telah mengingatkan kepada kita dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 115 yang artinya :

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Rabu, 06 Januari 2016

Dibalik 40 Hari

Dalam kepercayaan Kejawen angka 40 memiliki makna penting sekali (keramat). Karena di dalamnya terkandung sebuah rahasia kehidupan sebagai mana dimaksud dalam ungkapan “kakangne lembarep, adine wuragil” atau kakaknya sulung, adiknya bungsu. Ungkapan itu bermakna bahwa kelahiran kita di dunia ini sebagai sebuah akhir proses “triwikrama” sekaligus awal kehidupan manusia di “mercapada”. Selanjutnya kematian merupakan akhir dari kehidupan semu (duniawi), sekaligus merupakan awal dari kehidupan yang sejati.

Angka 40 di awal dan 40 di akhir kehidupan

Banyak terjadi kesimpang-siuran pemahaman kapan bayi dalam kandungan telah memiliki nyawa. Banyak pula orang menyangka setelah usia kandungan menginjak bulan keempat barulah bayi ditiupkan nyawa. Tapi tidak sedikit pula yang lebih percaya bilamana usia bayi dalam kandungan ibu akan ditiupkan nyawa tepat pada hari ke 40. Mana yang benar ?  Pemahaman yang berbeda-beda itu disebabkan tidak terdapat keterangan secara tegas di dalam kitab suci kapan waktunya si jabang bayi dalam rahim ibu mulai ditiupkan nyawa. Walaupun demikian, ada beberapa keterangan dalam bentuk samar yang kemudian dijadikan dasar penafsiran masing-masing.

Nyawa di hari ke 40

Ada yang lebih percaya jika di usia 4 bulan kandungan si jabang bayi baru memiliki nyawa. Tapi sekali lagi, tak ada patokan yang jelas untuk memihak yang mana. Saya dulu pernah mengalami keraguan mana yang dapat dipercayai, apakah usia 40 hari ataukah 4 bulan.  tiada keraguan lagi bahwa pada saat usia kandungan genap 40 hari jabang bayi mulai bernyawa. bila dikaitkan dengan kepercayaan bahwa setelah seseorang meninggal dunia hingga hari ke 40 setelah wafat rohnya tetap tinggal di rumahnya sendiri. Rumus 40 hari pra kelahiran dan 40 hari pasca kematian menjadi sinkron.

40 Hari Setelah Kematian

Apa yang terjadi 40 hari setelah kematian seseorang ? Tak ada sumber otentik dalam kitab suci yang menjelaskan secara tegas. Mungkin rahasia itu dibiarkan tetap menjadi rahasia. Dan menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang selalu haus akan dahaga spiritual. Namun bagi ajaran Kejawen, telah dijelaskan dengan gamblang bila roh manusia akan melanjutkan “perjalanannya” ke alam baka bila telah melewati hari ke 40 terhitung sejak hari kematiannya. Selama 40 hari itu roh akan tetap tinggal di rumah-tinggalnya sendiri. Hanya bagi orang-orang tertentu saja yang “pinilih” dan terpilih tidak perlu melewati masa “tenggang” 40 hari.

Dari uraian diatas dapat diambil disimpulkan:

Pada waktu kandungan berusia usia 40 hari, si jabang bayi telah memiliki ruh.
Ruh mengalami pertumbuhan. Bila di usia kanak-kanak atau belum sempat lahir seseorang telah meninggal dunia, maka ruhnya tetap mengalami pertumbuhan menjadi dewasa.
Terkadang perjalanan ruh manusia ke dimensi alam ruh terganggu oleh urusan dunia yang tidak terselesaikan.  Sehingga ruh masih berada di dalam dimensi bumi. Ruh inilah yang sering merasuk ke dalam tubuh orang lain, karena kebingungan untuk menyampaikan pesan kepada orang yang masih hidup. Sadar akan jasadnya yang telah rusak, maka ruh meminjam jasad orang lain. Terjadilah apa yang dinamakan sebagai peristiwa kesurupan. Oleh sebab itu seyogyanya kita lebih arif dan bijak, jangan buru-buru bertindak ikut-ikutan (ela-elu) menganggap kesurupan itu hanyalah ulah setan penggoda iman. Penyimpulan tergesa-gesa ini sungguh dangkal, jauh dari kearifan. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan kita bila mengetahui anggapan setan itu menimpa para almarhum saudara atau keluarga kita sendiri. Wallahu.. a'lam.

Sumber : Sabda Langit

Misteri Tentang : KUCING

Kucing memang jenis hewan yang banyak digemari sebagian kalangan masyarakat, hewan yang patut dipelihara, selain lucu kucing dulu juga hewan yang paling disayangi Nabi Muhammad SAW.

Karakter, Jenis dan sifat kucing yang misterius membuat orang terpesona sekaligus menakutkan. Dimana kucing ditakuti karena bisa membawa kesialan atau pertanda buruk dan dipuja-puja karena membawa keberuntungan. Berikut beberapa mitos, cerita dan kepercayaan yang berhubungan dengan kucing menurut kepercayaan Orang/masyarakat Jawa.

1. Berbulu putih dan pada bagian dada sampai punggung ada warna hitam (tembong) namanya Sanggabuana; tidak baik, yang memelihara selalu menderita sakit.

2. Berbulu hitam mulus dan panjang ekornya namanya: Putrakajantaka, tidak baik, berwatak selalu menumpahkan darah si pemelihara, sering memperoleh kematian dan kesusahan yang bermacam-macam.

3. Berbulu kembang asem, panjang ekornya/budel, namanya Bramapati; tidak baik, yang memelihara sering kehilangan dan boros. Akan tetapi jika bundle ekor tersebut berwarna bule ada juga baiknya, walau yang memelihara boros , berwatak menuntut pada kebaikan.

4. Kucing yang berbulu apa saja, tetapi jika dibagian kepala, dada serta punggungnya ada usar-usarnya namanya:Candramawa amat baik, si pemelihara akan memperoleh keuntungan serta kemuliaan.

5. Kucing yang bisu, berwarna apa saja namanya: Wisnutapa. Baik, yang memeliharanya akan tercapai segala yang diinginkannya dan mendapat keselamatan. 

6. Kucing yang ke empat buah kakinya berwarna hitam, namanya : Winataba. Baik, yang memelihara memperoleh keselamatan.

7. Kucing yang telapak kakinya dapat sampai ke kepala, namanya: Kusumawibawa. Baik, yang memelihara banyak memperoleh rejeki.

8. Kucing yang berwarna hitam, lambung kiri tembong putih, namanya: Wulantumanggal. Baik, se pemelihara akan memperoleh apa yang diinginkan dan memperoleh keselamatan.

9. Putih warnanya, kepala sampai dada daler hitam, namanya: Janggamengku, Baik, si pemelihara akan memperoleh banyak keuntungan dan akan memberi keselamatan.

Semoga Bermanfaat..

Selasa, 05 Januari 2016

GUS MAKSUM : Sang Maestro IPSNU PAGAR NUSA

KH Maksum Jauhari atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Maksum memang selalu identik dengan dunia persilatan, tentu kita tidak asing lagi dengan Nama "PAGAR NUSA" yaitu ikatan pencak silat Nahdlatul ulama yang dididirikan pada tanggal 3 januari 1986 di pondok pesantren Lirboyo oleh para kyai-kyia NU dan sekaligus mengukuhkan Gus Ma’sum sebagai ketuanya.

Gus Maksum lahir di Kanigoro, Kras, Kediri, pada tanggal 8 Agustus 1944, salah seorang cucu pendiri Pondok Pesantren Lirboyo KH Manaf Abdul Karim. Semasa kecil ia belajar kepada orang tuanya KH Abdullah Jauhari di Kanigoro. Ia menempuh pendidikan di SD Kanigoro (1957) lalu melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Lirboyo, namun tidak sampai tamat. Selebihnya, ia lebih senang mengembara ke berbagai daerah untuk berguru ilmu silat, tenaga dalam, pengobatan dan kejadukan .

Sebagai seorang kiai, Gus Maksum berprilaku nyeleneh menurut adat kebiasaan orang pesantren. Penampilannya nyentrik. Dia berambut gondrong, jengot dan kumis lebat, kain sarungnya hampir mendekati lutut, selalu memakai bakiak. Lalu, seperti kebiasaan orang-orang "jadug" di pesantren, Gus Maksum tidak pernah makan nasi alias ngerowot. Uniknya lagi, dia suka memelihara binatang yang tidak umum. Hingga masa tuanya Gus Maksum memelihara beberapa jenis binatang seperti berbagai jenis ular dan unggas, buaya, kera, orangutan dan sejenisnya.

Dikalangan masyarakat umum, Gus Maksum dikenal sakti mandaraguna. Rambutnya tak mempan dipotong (konon hanya ibundanya yang bisa mencukur rambut Gus Maksum), mulutnya bisa menyemburkan api, punya kekuatan tenaga dalam luar biasa dan mampu mengangkat beban seberat apapun, mampu menaklukkan jin, kebal senjata tajam, tak mempan disantet, dan seterusnya. Di setiap medan laga (dalam dunia persilatan juga dikenal istilah sabung) tak ada yang mungkin berani berhadapan dengan Gus Maksum, dan kehadirannya membuat para pendekar aliran hitam gelagapan. Kharisma Gus Maksum cukup untuk membangkitkan semangat pengembangan ilmu kanuragan di pesantren melalui Pagar Nusa.

Sebagai jenderal utama "pagar NU dan pagar bangsa" Gus Maksum selalu sejalur dengan garis politik Nahdlatul Ulama, namun dia tak pernah terlibat politik praktis, tak kenal dualisme atau dwifungsi. Saat kondisi politik memaksa warga NU berkonfrontasi dengan PKI Gus Maksum menjadi komandan penumpasan PKI beserta antek-anteknya di wilayah Jawa Timur, terutama karesidenan Kediri.

Ketika NU bergabung ke dalam PPP maupun ketika PBNU mendeklarasikan PKB, Gus Maksum selalu menjadi jurkam nasional yang menggetarkan podium. Namun dirinya tidak pernah mau menduduki jabatan legislatif ataupun eksekutif. Pendekar ya pendekar! Gus Maksum wafat di Kanigoro pada 21 Januari 2003 lalu dan dimakamkan di pemakaman keluarga Pesantren Lirboyo dengan meninggalkan semangat dan keberanian yang luar biasa.

Berbagai Kisah Kesaktian Gus Maksum

Keistimewaan-keistimewaan Gus Maksum sudah tampak sejak kecil.pada waktu itu Gus Maksum kecil mampu melompat melayang dari satu tiang ketiang yang lainnya di masjid Kanigoro,ia juga mampu berputar cepat diatas piring tanpa pecah laksana Gangsing,padahal waktu itu ia belum mahir ilmu silat.

Gus Maksum kecil juga pernah melempar seekor kuda seperti melempar sandal.padahal waktu itu bobot angkatan beliau tidak lebih dari 20 Kg.

Dimasa remaja Gus Maksum pernah membantu salah seorang familinya untuk memasang lembu bajakannya.ketika hendak memasang tiba-tiba lembu itu mengamuk dan dengan cepat dan kuat menerjang kearah dada Gus Maksum.dengan reflex beliau menangkis dan berbalik menerkam,dan apa yang terjadi membuat semua orang yang melihatnya heran karena lembu itu terpelanting beberapa meter jauhnya,menanggapi kejadian tersebut Gus Maksum hanya berkata semua hanyalah kebetulan saja dan berkat pertolongan Allah SWT.

Rambut tidak mempan dipotong / Kyai Gondrong

Penampilan Gus Maksum dengan rambut gondrongnya bukan sekedar gaya atau hobi semata.Tetapi Rambut Gondrongnya itu merupakan sebuah ijazah yang didapat dari guru beliau yaitu Habib Baharun Mrican Kediri,hasil dari pengamalan itu sering terjadi keanehan keanehan terkait dengan rambut beliau ini,seperti rambut beliau bisa berdiri,bisa mengeluarkan api,serta tidak mempan dipotong.

Bukti daripada itu adalah,pada decade 1970-an beliau pernah terjaring razia rambut panjang.namun terjadi keanehan,setiap kali aparat menggunting rambutnya,rambut itu tidak terpotong bahkan setiap gunting yang tajam beradu dengan rambut beliau selalu mengeluarkan percikan api.Kejadian ini pernah dimuat di harian republika.

Menaklukan Jin

Berbicara tentang Gus Maksum orang awam biasanya akan langsung berasosiasi tentang jin,tapi apakah benar Gus Maksum memelihara jin seperti banyak diperbincangkan orang? Anggapan ini tidaklah benar,yang benar Gus Maksum tidak pernah memelihara jin,tapi kalau beliau sering menaklukan jin yang mengganggu itu memang benar,Gus Maksum pernah menaklukan Patihnya jin namanya Jin Dempul ketika Gus Maksum menolong orang yang kesurupan,orang tersebut berhasil disembuhkan Gus Maksum setelah jin didalam tubuh orang itu berhasil ditaklukan.

Menghadapi puluhan orang sendirian

Salah satu kisah yang menunjukan keberanian Gus Maksum adalah ketika beliau harus bentrok dengan orang-orang PKI di alun-alun.Gus Maksum yang waktu itu sangat muda usianya mampu mengalahkan mereka semua. Dalam pertempuran itu Gus Maksum bukan hanya menggunakan olah kanuragan tapi juga dengan olah batinnya.

Peristiwa lain ketika Gus Maksum diundang menghadiri pertandingan silat di Kediri Timur,saat itu beliau bertarung melawan pendekar silat,jago duel dari berbagai macam aliran silat yang sudah berkumpul disitu.Karena telah memiliki bekal dan kemampuan yang terlatih sejak kecil Gus Maksum mengalahkan puluhan pesilat sendirian,Bahkan lawan terakhir berhasil dikalahkan dengan sangat mudah peristiwa ini terjadi saat usia beliau 16 Tahun. Dan itulah peristiwa paling dramatik membuat para pendekar lainnya harus mengakui kemampuan Gus Maksum di dunia persilatan

Ban bocor hanya dengan acungan jari

Saat NU masih menjadi partai massa NU sering bentrok dengan massa LDII dulu bernama Darul Hadits waktu itu termasuk underbow dari GOLKAR,suatu ketika massa LDII/Golkar berkonvoi melewati jalan depan Pesantren Lirboyo,saat itu Gus Maksum sedang menerima tamu.

Ketika arak-arakan itu sampai depan ndalem Gus Maksum,beliau langsung keluar karena mendengar bising suara knalpot dan klakson kendaraan yang memekakan telinga.Melihat gelagat yang kurang baik ini secara reflek Gus Maksum mengacungkan jari telunjuknya kearah mereka.keajaibanpun terjadi dengan serta merta seluruh ban kendaraan yang mereka tumpangi bocor secara serentak,karena bannya bocor rombongan konvoi itu tidak bisa melanjutkan arak-arakan.Akhirnya terpaksa mereka pulang dengan mendorong kendaraannya masing-masing.

Tidak mempan senjata tajam

Hal ini terbukti saat beliau melawan orang-orang PKI dahulu.Setiap Bacokan dan tebasan senjata tidak pernah bisa mengenai tubuh beliau,bahkan senjata lawan selalu berhenti jarak satu kilan dari tubuhnya.kalaupun ada yang sampai mengenai tubuh beliau,senjata-senjat tak ada satupun yang melukai beliau.

Keistimewaan ini juga terbukti ketika beliau di undang pengajian di daerah Sragen Jawa Tengah pada tahun 1999,Waktu itu tanpa ada sebab yang jelas tiba-tiba ada orang yang menikamnya Untungnya Gus Maksum tidak terluka sedikitpun hanya pakaian yang dipakai robek kena tikaman,lalu pakaian itupun beliau simpan karena pemberian dari salah seorang sahabatnya.

Tidak mempan di santet

Kalau bicara santet,banyak sekali pengalaman yang beliau dapatkan,Hampir semua aliran ilmu santet di kenalnya,dan sudah tidak terhitung banyaknya dukun santet yang pernah dihadapi,sejak kecil Gus Maksum sudah terbiasa menghadapi berbagai macam-macam aliran ilmu santet.Beliau juga tidak segan-segan untuk menantang para dukun santet secara terang-terangan.Hal itu dilakukan karena santet menurut Gus Maksum termasuk kemungkaran yang harus dilawan.

Kekebalan Gus Maksum terhadap santet juga sudah pembawaan sejak lahir,karena beliau juga masih keturunan Kiai Hasan Besari (ponorogo).Menurut Gus Maksum sebagai muslim tidak perlu khawatir terhadap santet,karena santet hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kufur atau murtad,yang penting seorang muslim haruslah selalu ingat kepada Allah dan bertawakal kepadaNya.

Diantara pengalaman Gus Maksum mengenai santet diantaranya dialaminya ketika menginap di desa Wilayu,Genteng,BanyuWangi,sekitar jam setengah dua malam,saat beliau hendak istirahat,tiba-tiba dari arah kegelapan muncul bola api sebesar telur terbang menuju kearah pahanya.Dengan santai Gus Maksum membiarkan bola api itu mendekatinya.Ketika bola api itu sampai ke paha,Beliau Cuma Tanya "Banyol tha" (mau bercanda ya?) seketika itu juga bola api itu melesat pergi ditengah kegelapan malam.

Satu lagi kejadian yang pernah dialaminya,ketika bermalam didesa Kraton,Ranggeh saat Gus Maksum beristirahat,beliau di datangi kera jadi-jadian yang berusaha mencekiknya,tapi usaha itu dibiarkannya saja,setelah beberapa lama baru ditanya Gus Maksum "mau main-main ya? Langsung saja kera itu lari menghindar dari Gus Maksum.

Surat sakti

Gus Maksum pernah kedatangan tamu dari semarang yang mengeluhkan kelakuan putranya yang suka mabuk-mabukan dan sering pergi kelokalisasi,bahkan putranya sering mengancam akan membunuh orang tuanya.Karena sudah tak tahan melihat kelakuan putranya itu,ia pergi kerumah Gus Maksum di Kediri,dengan harapan mendapat obat untuk mengobati prilaku anaknya.Tapi yang diharapkan tidak dipenuhi Gus Maksum,Beliau hanya membuatkan sepucuk surat untuk dibawa pulang agar dibacakan kepada anaknya.

Walaupun orang tua itu bingung karena obat yang di harapkannya tidak diberi,ia tetap melakukan apa yang diperintahkan Gus Maksum dengan menyampaikan surat itu kepada anaknya,Dan begitulah setelah surat itu dibacakan kepada anaknya,dalam waktu singkat kelakuan anaknya yang sebelumnya tidak bisa dikendalikan perlahan berubah.Singkatnya kelakuan anak itu tidak lagi nakal seperti dulu.

Tentu saja artikel ini saya copas dari situs tetangga/resmi.. karena saya sendiri sebagai anggota PAGAR NUSA tahun 2012 tidak tau persis bahkan wajah beliau belum pernah ketemu langsung.. semoga artikel kali ini bermanfaat..

Asmaul Haq

Apakah Asmaul Haq itu ? perguruan, pencak silat, padepokan, organisasi ? "jawaban panjenengan salah semua! oke.. langsung saja..

PENGERTIAN ASMAUL HAQ

1. Menurut bahasa Asmaul Haq terdiri dari dua kata asma’dan al-Haq.Asma adalah kata jama’dari ismun yang berarti  nama,sedangkan al-Haq adalah benar/kebenaran,Jadi Asmaul Haq adalah nama-nama kebenaran,atau seluruh asma- asma Allah terkumpul dalam lafadz Allah yang maha benar.

2. Menurut istilah pengertian “Asmaul Haq”adalah suatu amalan dengan membaca lafadz “Allah”,menurut aturan-aturan  dan syarat-syarat tertentu menuju Allah.

TUJUAN MENGAMALKAN ASMAUL HAQ

Para pengamal Asmaul Haq selalu membaca lafadz “Allah”sebagai latihan mengingat Allah agar menjadi orang-orang yang selalu mengingat Allah baik dalam keadaan berdiri,duduk atau baring atau selalu mengingat Allah dalam keadaan sepi maupun ramai.

Firman-firman Allah tentang hal ini :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ

Artinya : Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.(Q.s.Al-Baqarah 152)

فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

Artinya : “Maka ingatlah (berdzikirlah) kamu kepada-ku diwaktu berdiri,diwaktu duduk dan diwaktu berbaring”.(Qs.An-Nisa’103).

Dari Uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan mengamalkan asmaul haq ada 4,yaitu :

1.Agar selalu mendekatkan diri kepada Allah.

2.Agar selalu mendapatkan ridho dari Allah.

3.Agar menjadi orang yang dikasihi Allah.

4.Agar menjadi orang yang bisa ma’rifat kepada Allah.

Manfaat Asmaul Haq :

1.Untuk melindungi atau memagari diri/orang lain/segala sesuatu dari ganguan-ganguan fisik (orang-orang jahat) atau  metafisik (jin-jin yang jahat).

2.Untuk membuang atau memindahkan gangguan dari tubuh atau sesuatu tempat ke tempat lain yang diinginkan.

3.Untuk mengambil khasiat-khasiat dari ayat-ayat Qur’an,do’a-do’a atau obat-obatan dan lain-lain,untuk diisikan pada  badan atau benda-benda dengan tujuan-tujuan yang diiginkan.

4.Untuk menarik simpatik orang dalam usaha dagang,keharmonisan suami-istri atau dengan siapapun,upaya  mendapatkan jodoh dan lain-lain.

5.Untuk mengistikhorohi/mendeteksi sesuatu,apakah sesuatu itu manfaat atau tidak,baik atau tidak,ada atau tidak,dan  lain-lain.

Silsilah Asmaul Haq
    
Silsilah atau urutan ijazah asmaul haq adalah:

Jalur 1. > Nabi khidir A.s. mengijazahkan Asmaul Haq kepada Syekh Imam Rifa'i, kemudian Syekh Imam Rifa'i mengijazahkan kepada Mbah Zamhari, Mbah Zamhari mengijazahkan kepada Mbah Zamzami, lalu Mbah Zamzami mengijazahkan kepada Mbah Zaini ( lewat perantara P.Sholihin Bojonegoro).

Jalur 2. > ( menurut Mbah Zein) Nabi khidir A.S. ==> Syekh Imam Rifa'i ==> Mbah Zamzami ==> Mbah Zein (lewat perantara P.Sholihin).

    Ini adalah Alamat makam beliau, berikut ini alamatnya:

1. Mbah Zaini, di PonPes Al-Arfiyah Mojoduwur, Ngetos, Nganjuk.

2. Mbah Zamzami di Kaliboto, Pucang Anom, Kebonsari, Madiun.

3. Mbah Zamhari di dusun Tampo, desa Trisono, kec. Babatan Ponorogo

4. Syekh Imam Rifa'i (dengan nama lain pangeran syarif bahsan) berada di komplek pemakaman keluarga besar sultan Hasanudin, Banten lama. Didalam kesultanan banten syekh imam rifa'i merupakan panglima perang kerajaan banten yang pada waktu itu di pimpin oleh sultan hasanudin, syekh imam rifa'i merupakan panglima perang yang masih keturunan Arab- Turki, di kesultanan banten beliau di beri nama pangeran syarif bahsan.

Demikian Ulasan kali ini, semoga bermanfaat! Aamiin...

Dibalik Alam Dunia & Akherat

Rahasia dibalik rahasia itu kata yang sulit untuk dipahami, hanyalah sebatas pengetahuan untuk menguak tabir rahasia alam semesta. Memang terrdengar aneh, ibaratnya tak tau lagu tak hafal lirik, itu hanyalah ibaratnya nya lah... Artikel kali ini akan saya paparkan wawana tentang Alam Dunia & Alam Akherat, semoga artikel saya tidak di disalah pahami.. hehehe...

menurut para ilmuwan alam semesta ini mempunyai beberapa dimensi, Menurut TS, alam semesta terdiri dari 9, 10, 11 dimensi

7 lapisan langit dan kaitannya dengan dimensi
Pembahasan selanjutnya yang akan kita bicarakan dari segi ilmu manusia, dan mudah-mudahan penjelasan ini mudah untuk dipahami. Perlu konsentrasi otak pikiran serta jeli dalam menelaah setiap maksud yang akan diuraikan pada tulisan di bawah, agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan.

Berdasarkan sejarah tentang Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW yakni Nabi Muhammad SAW, kemungkinan yang dimaksud 7 lapisan langit di sini bukan berarti langit tersebut menumpuk secara berlapis-lapis seperti kue lapis, tapi ketujuh lapisan tersebut semakin meningkat kedudukannya sesuai dengan bertambah tingkat dimensinya.

Pertambahan tingkat dimensi ketujuh lapisan langit tersebut hanya bisa digambarkan dengan memproyeksikannya ke langit pertama (dimensi ruang yang dihuni oleh kita) yang berdimensi tiga. Karena hanya ruang berdimensi tiga inilah yang bisa difahami oleh kita. Secara analog, kita bisa membuat perumpamaan sebagai berikut :

Tampak bahwa sebuah garis berdimensi 1 tersusun dari titik-titik dalam jumlah tak terbatas. Sama kayak istilah pixel dalam desain grafis, dimana gambar yang tercipta adalah himpunan titik-titik yang sangat banyak dan dengan warna yang beragam sehingga membentuk pola tertentu menjadi gambar. Titik-titik ini akan membentuk garis yang kemudian garis-garis tersebut disusun dalam jumlah tak terbatas hingga menjadi sebuah luasan berdimensi 2. Dan jika luasan-luasan serupa ini ditumpuk ke atas dalam jumlah yang tak terbatas, maka akan terbentuk sebuah balok (ruang berdimensi 3).

Kesimpulannya adalah sebuah ruang berdimensi tertentu tersusun oleh ruang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas. Atau dengan kata lain ruang yang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas akan menyusun menjadi ruang berdimensi yang lebih tinggi. Misalnya, ruang 3 dimensi – dimensi ruang yang sekarang dihuni oleh kita ini – dengan jumlah tak terbatas menyusun menjadi satu ruang berdimensi empat. Demikian seterusnya sehingga setiap dimensi yang satu dengan yang lain saling berkaitan.

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
Langit pertama
Ruang berdimensi 3 yang dihuni oleh makhluk berdimensi 3, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain yang tinggal di bumi beserta benda-benda angkasa lainnya dalam jumlah yang tak terbatas. Namun hanya satu lapisan ruang berdimensi 3 yang diketahui berpenghuni, dan bersama-sama dengan ruang berdimensi 3 lainnya. Jadi dimensi 3 adalah dimensi yang sangat kasar dan padat, sehingga dapat diraba dan dilihat dengan kasat mata. Alam semesta kita ini menjadi penyusun langit kedua yang berdimensi 4. Benarkah demikian? Mari difikirkan bersama kebenarannya..

Langit kedua
Ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa jin beserta makhluk berdimensi 4 lainnya. Sehingga mahluk di dimensi 3 tidak akan bisa melihat mahluk di dimensi 4, tetapi mahluk dimensi 4 kemungkinan bisa melihat mahluk dimensi 3. Ruang berdimensi 4 ini bersama-sama dengan ruang berdimensi 4 lainnya membentuk langit yang lebih tinggi, yaitu langit ketiga.

Langit ketiga
Ruang berdimensi 5 yang di dalamnya “hidup” arwah dari orang-orang yang sudah meninggal atau mungkin alam kubur. Mereka juga menempati langit keempat sampai dengan langit keenam tergantung tingkatannya. Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, diceritakan bahwa Rasulullah bertemu dengan nabi2 terdahulu yang berbeda2 disetiap lapisannya. Langit ketiga ini bersama-sama dengan langit ketiga lainnya menyusun langit keempat dan seterusnya hingga langit ketujuh yang berdimensi 9.

Bisa dibayangkan betapa besarnya langit ketujuh itu. Karena ia adalah jumlah kelipatan tak terbatas dari langit dunia (langit pertama) yang dihuni oleh manusia. Berarti langit dunia kita ini berada dalam struktur langit yang enam lainnya, termasuk langit yang ketujuh ini. Jika alam akhirat, surga dan neraka terdapat di langit ke tujuh, maka bisa dikatakan surga dan neraka itu begitu dekat dengan dunia kita tapi berbeda dimensi.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa langit dunia kita ini merupakan bagian dari struktur langit ketujuh. Berarti alam dunia ini merupakan bagian terkecil dari alam akhirat. Penjelasan ini sesuai dengan hadist Nabi:
“Perbandingan antara alam dunia dan akhirat adalah seperti air samudera, celupkanlah jarimu ke samudera, maka setetes air yang ada di jarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat”.
Perumpamaan setetes air samudera di ujung jari tersebut menggambarkan dua hal:
Ukuran alam dunia dibandingkan alam akhirat adalah seumpama setetes air di ujung jari dengan keseluruhan air dalam sebuah samudera. Hal ini adalah penggambaran yang luar biasa betapa luasnya alam akhirat itu.
Keberadaan alam dunia terhadap alam akhirat yang diibaratkan setetes air berada dalam samudera. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa alam dunia merupakan bagian dari alam akhirat, hanya ukurannya yang tak terbatas kecilnya. Begitu juga dengan kualitas dan ukuran segala hal, baik itu kebahagiaan, kesengsaraan, rasa sakit, jarak, panas api, dan lain sebagainya, di mana ukuran yang dirasakan di alam dunia hanyalah sedikit sekali.

berikut adalah beberapa ruang dimensi dan interaksi antar Makluk :

1. Langit pertama atau langit dunia
Seperti disebutkan pada ayat 11-12 Surat Fushshilat di atas, maka yang disebut langit yang dekat tersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini. Digambarkan bahwa langit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yang utama dari alam semesta. Bintang-bintang membentuk galaksi dan kluster hingga superkluster. Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu. Seperti tata surya kita, matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, atau pecahan bintang terdekat lainnya. Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusia yang mendiami bumi, planet anggota tata surya.
Langit pertama ini tidak terbatas namun berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapi sudah bisa dipastikan ada ujungnya. Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu ke ujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.
Apabila digambarkan bentuknya kira-kira seperti sebuah bola dengan bintik-bintik di permukaannya. Di mana bintik-bintik tersebut adalah bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Apabila kita berjalan mengelilingi permukaan bola berkeliling, akhirnya kita akan kembali ke titik yang sama. Permukaan bola tersebut adalah dua dimensi. Sedangkan alam semesta yang sesungguhnya adalah ruang tiga dimensi yang melengkung seperti permukaan balon itu. Jadi penggambarannya sangat sulit sekali sehingga diperumpamakan dengan sisi bola yang dua dimensi agar memudahkan penjelasannya.

2. Langit kedua
Seperti diterangkan sebelumnya bahwa setiap lapisan langit tersusun secara dimensional. Diasumsikan bahwa pertambahan dimensi setiap lapisan adalah 1 dimensi. Jadi apabila langit pertama atau langit dunia kita ini berdimensi 3, maka langit kedua berdimensi 4. Langit kedua ini kemungkinan dihuni oleh makhluk berdimensi 4, yakni bangsa jin.
Apabila digambarkan posisi langit kedua terhadap langit pertama adalah seperti gambaran balon pertama tadi. Di mana bagian permukaan bola berdimensi 2 adalah alam dunia kita yang berdimensi 3, sedangkan ruangan di dalam balon yang berdimensi 3 adalah langit kedua berdimensi 4. Jadi apabila kita melintasi alam dunia harus mengikuti lengkungan bola, akibatnya perjalanan dari satu titik ke titik lainnya harus menempuh jarak yang jauh. Sedangkan bagi bangsa jin yang berdimensi 4 mereka bisa dengan mudah mengambil jalan pintas memotong di tengah bola, sehingga jarak tempuh menjadi lebih dekat.
Deskripsi lain adalah seperti gambar berikut:
Bayangkanlah permukaan tembok dan sebuah ruangan yang dikelilingi oleh dinding-dindingnya. Umpamakan ada dua jenis makhluk yang tinggal di sana. Makhluk pertama adalah makhluk bayang-bayang yang hidup di permukaan tembok berdimensi 2. Sedangkan makhluk kedua adalah makhluk balok berdimensi 3. Ingatlah analogi alam berdimensi 3 dengan makhluk manusianya adalah permukaan tembok dan makhluk bayang-bayangnya, sedangkan alam berdimensi 4 dan makhluk jinnya adalah ruangan berdimensi 3 dengan baloknya.
Tampak dengan mudah dilihat bahwa kedua alam berdampingan dan kedua makhluk hidup di alam yang berbeda. Kedua makhluk juga mempunyai dimensi yang berbeda, bayang-bayang berdimensi 2 sedangkan balok berdimensi 3. Makhluk berdimensi 2, yaitu bayang-bayang tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, dia tetap berada di tembok, sedangkan makhluk berdimensi 3 yakni balok dapat memasuki alam berdimensi 2, yakni tembok. Bagaimanakah caranya balok bisa memasuki dinding yang berdimensi 2?
Balok yang berdimensi 3 memiliki permukaan berdimensi 2 yakni bagian sisi-sisinya. Apabila si balok ingin memasuki alam berdimensi dua, dia cukup menempelkan bagian sisinya yang berdimensi 2 ke permukaan tembok. Bagian sisi balok sudah memasuki alam berdimensi 2 permukaan tembok. Bagian sisi balok ini dapat dilihat oleh makhluk bayang-bayang di tembok sebagai makhluk berdimensi 2 juga. Analoginya adalah jin yang dilihat oleh kita penampakannya di alam dunia sebenarnya berdimensi 4 tetapi oleh indera kita dilihat sebagai makhluk berdimensi 3 seperti tampaknya sosok kita manusia.

3. Langit ketiga sampai dengan langit ketujuh
Langit ketiga sampai dengan keenam dihuni oleh arwah-arwah, sedangkan langit ke tujuh adalah alam akhirat dengan surga dan nerakanya. Analoginya sama dengan langit kedua di atas, karena pengetahuan kita hanya sampai kepada alam berdimensi 3.

Dapat diartikan bahwa sebenarnya alam semesta ini ada dalam satu ruang lingkup namun berbeda tingkatannya. Tingkatan yang dimaksud disini adalah tingkatan kepadatan partikel dan dimensi penyusun bentuk atau zatnya. Dengan demikian, dunia tempat kita berpijak ini titik koordinatnya sama dengan dunia pada dimensi lain hanya saja terpisah alam atau dimensi.

Berikut adalah penjelasan tentang Partikel-Partikel :

Tingkatan Mahluk dan Unsur Kehidupan
Ini dari pendapat saya sendiri setelah mengamati dan membaca banyak buku kemungkinan mahluk hidup yang ada dialam semesta ini tercipta dari beberapa tingkatan partikel atau penyusun jasadnya. Dari adanya perbedaan dimensi tersebut maka dapat difikirkan bahwa mahluk hidup dan unsurnya juga memiliki beberapa tingkatan. Mulai dari unsur yang keras dan padat, cair, gas, dan cahaya. Partikel yang paling padat adalah benda keras dan tampak dengan kasat mata seperti kita manusia yang terbentuk dari banyak partikel padat, tanah, batu, pasir, debu, termasuk air, sedangkan partikel padat yang paling kecil adalah gas. Mahluk yang tercipta dari partikel padat ini adalah seperti manusia, hewan, tumbuhan, beserta semua benda yang ada di alam semesta Dimensi 3 kita ini.

Partikel kedua adalah partikel halus yang tidak kasat mata seperti listrik, bau, suara, angin atau udara, partikel ini memiliki unsur penyusun tetapi sangatlah halus atau ghaib. Misalnya listrik yang tersusun dari ion2 positif dan negatif, dan udara yang merupakan partikel ringan yang melayang atau Oksigen. Partikel ini tidak dapat ditangkap dan dilihat tetapi dapat dirasakan serta dapat juga memberikan sentuhan, dorongan, panas, dingin, serta getaran. Misalnya angin yang bergesek dengan benda padat akan menghasilkan suara, demikian pula suara yang kita keluarkan dari mulut adalah hasil gesekan antara angin yang keluar dari paru-paru kita dengan pita suara.

Partikel yang paling halus lagi adalah api, dimana api ini sifatnya hidup, membutuhkan oksigen dan mengeluarkan unsur panas. Api tidak dapat disentuh tetapi dapat dilihat karena adanya cahaya yang merupakan hasil dari pembakarannya dan dapat dirasakan yakni adanya panas. Api juga memiliki warna sehingga cahaya yang dihasilkannya juga bisa menghasilkan warna tergantung unsur pembakarnya. Mahluk yang tercipta dari api ini adalah sebangsa jin yang berada di Dimensi 4.

Partikel yang sangat halus adalah cahaya, cahaya ini sebenarnya berasal dari adanya api atau pembakaran. Cahaya tidak terpengaruh dengan hukum2 fisika dan momentum. Cahaya dapat mengisi ruang gelap, dan dapat pula berwarna sesuai dengan warna dari unsur padat yang dipantulkannya. Cahaya tidak dapat dipegang, kalaupun bisa dilihat sifatnya adalah semu… dan tidak bisa kita gambarkan dengan rumus kimia apapun. Mahluk yang tercipta dari cahaya ini adalah bangsa Malaikat dan berada di Dimensi 9.

Selanjutnya ada lagi yang misteri, yaitu ruh… apakah ruh ini bisa digambarkan dengan lugas seperti yang dijelaskan dalam dimensi2 diatas? Kemungkinan, ruh ini lebih halus lagi dari semua unsur yang kita kenal.. ruh inilah yang hidup dan kekal tidak mati. Artinya meskipun jasad kita telah mati, akan tetapi itu tidak berlaku pada ruh. Apakah benar ruh juga berada pada dimensi yang berbeda seperti yang dijelaskan pada cerita diatas? Ruh orang yang telah mati akan tertahan sementara di alam atau dimensi lain sebelum akhirnya nanti dikumpulkan dan dihidupkan kembali, yaitu alam barzah. Benarkah..? ini opini berdasarkan yang pernah saya baca dan dengar saja. Ruh ini tidak terpengaruh oleh waktu, sehingga sifatnya kekal.

Dengan demikian berarti kita manusia adalah mahluk yang paling rendah unsur penyusunnya, itulah sebabnya mengapa bangsa jin tidak mau bersujud dihadapan Adam karena mereka merasa bahwa mereka mahluk yang lebih tinggi dari manusia. Tetapi dari semua mahluk ciptaan Allah SWT, ruh kita adalah sama meskipun unsur penyusunnya berbeda.

Zat Sang Pencipta
Zat sang maha pencipta adalah zat yang maha mulia dan maha sempurna, kita tidak akan bisa mengetahui seperti apa zatnya dan seperti apa bentuknya. Allah SWT tidak berada di dimensi manapun, tapi meliputi semua dimensi itu. Wajah Allah tidak serupa dengan wajah manapun. Dalam keberadaannya,Tuhan tidak bukan berada di sini bukan di situ, bukan begini bukan begitu. Tidak ada yang bisa menjelaskan kecuali Allah sendiri yang menjelaskan.

Muhammad SAW sendiri terpesona dan tidak mampu berkata apa-apa ketika berhadapan dengan Allah Swt, lalu beliau tersungkur dan tidak mampu memandang. Nabi Musa As pun tersungkur menatap kehadiran Allah di bukit Sinai, untuk itu Allah “terpaksa” menghadirkan simbol di dimensi ketiga berupa pancaran api yang membakar ilalang agar Musa sanggup menghadapinya.

Begitu dekatnya jarak alam dunia (langit pertama) dengan alam akhirat (langit ketujuh) yang sangat dekat sudah digambarkan oleh hadist dari Jabir bin Abdullah. Ketika itu Rasulullah Saw didatangi oleh lelaki berwajah bersih dan berbaju putih (yang ternyata adalah malaikan Jibril as yang memasuki dimensi alam manusia) :
Bertanya orang itu lagi (yakni Jibril as), “Berapakah jaraknya dunia dengan akhirat?” Bersabda Rasulullah SAW, “Hanya sekejap mata saja.”

Demikian Artikel kali ini yang dapat saya paparkan, dari tersebut bisa kita simpulkan bahwa manusia tidak ada apapanya dihadapan alloh, semua adalah ciptaanya maha besar alloh maha tinggi alloh.. semoga kita diberikan Keselamatan dan Kebahagiaan Di akherat kelak dan mendapatkan syafaat dari kanjeng Nabi Muhammad SAW... Aamiin...

Film "The Scret" Rahasia Manusia & Alam Semesta

The Secret yang merupakan film penguasaan diri (self-help), memakai format dokumenter untuk menjelaskan "Hukum Tarik-menarik". Hukum ini adalah "rahasia" sesungguhnya, seperti yang tertulis di sampulnya, "has traveled through centuries to reach you" ("telah mengarungi waktu berabad-abad untuk mencapai anda"). Film ini mendokumentasikan pengalaman-pengalaman nyata dan wawancara dengan tim dari spesialis transformasi diri, pembawa pesan spiritual, ahli feng sui, serta pencipta uang (moneymaking experts).[2] Seperti yang digambarkan dalam film, prinsip "Hukum Tarik-menarik" membuat perasaan dan pikiran seseorang menjadi nyata dalam kehidupan mereka; semesta bekerja di antara manusia dalam hubungan fisik, emosi, dan pekerjaan sehari-hari. Film ini juga memiliki anggapan bahwa orang-orang yang punya kekuasaan kuat umumnya cenderung menyembunyikan prinsip ini dari orang banyak.

Pertama kali nonton ini ya rasanya aneh.. tapi setelah saya liat beberapa kali akhirnya sedikit ngerti juga.. hehe... oke langsung aja ke ringkasan film the scret ini :

Part 1
• Rahasia Besar Kehidupan adalah hukum tarik-menarik.
• Hukum tarik-menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Jadi, ketika Anda memikirkan suatu pikiran, Anda juga menarik pikiran-pikiran serupa ke diri Anda.
• Pikiran bersifat magnetis, dan pikiran memiliki frekuensi. Ketika Anda memikirkan pikiran-pikiran, pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiranakan menarik semua hal Serupa yang berada di frekuensi yang sama. Segala sesuatu yang dikirim ke luar akan kembali ke sumbernya—Anda.
• Anda seperti sebuah menara penyiaran, yang memancarkan frekuensi dengan pikiran-pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah sesuatu di dalam hidup Anda, ubahlah frekuensi dengan mengubah pikiran Anda.
• Pikiran yang sedang Anda pikirkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan anda. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan muncul sebagai hidup Anda.
• Pikiran Anda akan menjadi sesuatu.

Part 2
• Hukum tarik-menarik adalah hukum alam. Hukum ini sama pentingnya denganhukum gravitasi.
• Tidak ada yang muncul ke pengalaman Anda kecuali jika Anda memanggilnya melalui pikiran yang terus-menerus.
• Untuk mengetahui apa yang Anda pikirkan, tanyakan bagaimana perasaan Anda kepada diri sendiri. Emosi adalah alat berharga yang mengatakan apa yang kita pikirkan.
• Mustahil untuk merasa buruk sekaligus memiliki pikiran yang baik.
• Pikiran menentukan frekuensi Anda, dan perasaan segera mengatakan  frekuensi Anda berada di mana. Ketika Anda merasa buruk, Anda berada di frekuensi yang menarik lebih banyak hal buruk. Ketika Anda merasa baik, Anda menarik sepenuhnya lebih banyak hal baik kepada Anda.
• Pemindah Rahasia, misalnya kenangan yang indah, alam, atau musik favorit, dapat mengubah perasaan Anda dan memindahkan frekuensi dengan segera.
• Perasaan cinta adalah frekuensi tertinggi yang bisa Anda pancarkan. Semakin besar cinta yang Anda pancarkan, semakin besar kekuatan yang Anda pergunakan.

Part 3
• Seperti Jin-nya Aladin, hukum tarik-menarik menjamin pemenuhan setiap permintaan kita.
• Proses “The Secret” membantu Anda menciptakan apa yang Anda inginkan dalam tiga langkah sederhana: meminta, percaya, dan menerima.
• Meminta apa yang Anda inginkan kepada Semesta adalah kesempatan untuk menjelaskan apa yang Anda inginkan kepada diri sendiri. Ketika permintaan itu menjadi jelas di benak Anda, Anda sudah memintanya.
• Percaya melibatkan bertindak, berbicara, dan berpikir seakan-akan Anda sudah menerima apa yang Anda minta. Ketika Anda memancarkan frekuensi menerima, hukum tarik-menarik akan menggerakkan orang, peristiwa, dan situasi kepada Anda untuk menerima.
• Menerima melibatkan perasaan seperti yang Anda rasakan ketika permintaan Anda terwujud. Merasa baik dan senang pada saat kini akan menempatkan Anda pada frekuensi yang Anda inginkan.
• Untuk menurunkan berat tubuh, jangan berfokus pada “penurunan berat”. Sebaliknya, fokuskan pada berat ideal Anda. Rasakan perasaan-perasaan dari berat sempurna Anda, maka Anda akan mengundang berat ideal itu kepada diri Anda.
• Semesta tidak membutuhkan waktu untuk mewujudkan apa yang Anda inginkan. Mewujudkan satu dolar sama mudahnya dengan mewujudkan sejuta dolar.
• Memulai dengan sesuatu yang kecil, meisalnya secangkir kopi atau tempat parkir, adalah cara yang mudah untuk mengalami hukum tarik-menarik. Dengan kuat niatkan untuk menarik sesuatu yang kecil. Ketika Anda mengalami kekuatan yang Anda miliki untuk menarik sesuatu, Anda akan melanjutkan mencipta hal-hal yang lebih besar.
• Ciptakan hari Anda terlebih dulu dengan memikirkan wujud peristiwa yang Anda inginkan, maka Anda akan menciptakan hidup Anda dengan sengaja.

Part 4
• Harapan adalah daya tarik yang kuat. Harapkan hal-hal yang Anda inginkan, dan jangan mengharapkan hal-hal yang tidak Anda inginkan.
• Syukur adalah proses yang sangat kuat untuk mengalihkan energi dan mendatangkan lebih banyak hal yang Anda inginkan ke dalam hidup. Bersyukurlah untuk apa yang sudah Anda miliki, Anda akan menarik lebih banyak kebaikan kepada Anda.
• Terlebih dulu berterima kasih untuk apa yang Anda inginkan karena akan memberi daya dorong “turbo” pada hasrat Anda dan mengirim sinyal yang lebih kuat ke Semesta.
• Visualisasi adalah proses menciptakan gambar-gambar tentang diri Anda yang
• sedang menikmati apa yang Anda inginkan di dalam benak. Ketika Anda melakukan visualisasi, Anda membangun pikiran dan perasaan yang kuat tentang keadaan sudah memiliki apa yang Anda minta pada saat ini juga. Kemudian hukum tarik-menarik akan mengembalikan realitas itu kepada Anda, persis seperti apa yang Anda lihat dalam benak.
• Untuk menggunakan hukum tarik-menarik bagi kepentingan Anda, jadikan hokum ini sebagai kebiasaan dan cara hidup Anda, bukan peristiwa satu kali saja.
• Pada akhir setiap hari, sebelum Anda tidur, ingat kembali peristiwa pada hari itu. Untuk setiap peristiwa atau saat yang tidak sejalan dengan keinginan Anda, putarlah kembali peristiwa itu dalam benak selaras dengan keinginan Anda.

Part 5
• Untuk menarik uang, berfokuslah pada kekayaan. Mustahil untuk mendatangkan lebih banyak uang ke dalam hidup Anda jika Anda berfokus pada kekurangan uang.
• Akan sangat membantu bila Anda menggunakan imajinasi dan berpura-pura Anda sudah memiliki uang yang Anda butuhkan. Lakukan permainan seakan-akan Anda sudah memiliki kekayaan itu, dan Anda akan merasa lebih baik tentang uang. Ketika Anda merasa lebih baik tentang uang, lebih banyak uang akan mengalir ke dalam hidup Anda.
• Merasa bahagia di saat kini adalah cara tercepat untuk mendatangkan uang ke dalam hidup Anda.
• Niatkan untuk memandangi segala sesuatu yang Anda sukai dan katakan pada diri sendiri, “Saya mampu mendapatkannya. Saya mampu membelinya.” Anda akan mengubah pikiran Anda dan mulai merasa lebih baik tentang uang.
• Memberikan uang akan mendatangkan lebih banyak uang ke dalam hidup Anda. Ketika Anda bermurah hati dengan uang, dan merasa senang untuk berbagi dengan orang lain, sebenarnya Anda berkata, “Saya punya banyak uang.”
• Visualkan datangnya cek melalui pos.
• Ubahlah keseimbangan pikiran ke arah kekayaan. Pikirkan kekayaan.

Part 6
• Ketika Anda ingin menarik sebuah relasi, pastikan pikiran, kata-kata, tindakan, dan situasi lingkungan Anda tidak berlawanan dengan hasrat Anda.
• Tugas Anda adalah Anda. Kecuali jika Anda mengisi diri terlebih dulu, Anda tidak memiliki apa pun untuk diberikan kepada orang lain.
• Perlakukan diri dengan cinta dan hormat, maka Anda akan menarik orang-orang yang menunjukkan cinta dan hormat kepada Anda.
• Ketika Anda merasa buruk terhadap diri sendiri, Anda menghalangi cinta, dan Anda akan menarik lebih banyak orang dan situasi yang akan terus membuat Anda merasa buruk terhadap diri sendiri.
• Fokuskan pada kualitas-kualitas yang Anda sukai dari diri Anda, maka hukum tarikmenarik akan menunjukkan lebih banyak hal yang hebat tentang Anda.
• Agar relasi berjalan dengan baik, fokuskan pada apa yang Anda hargai dari orang lain, dan bukan pada keluhan Anda. Ketika Anda berfokus pada kekuatan orang lain, Anda akan mendapat lebih banyak kekuatan dari mereka.

Part 7
• Efek plasebo adalah sebuah contoh tindakan hukum tarik-menarik. Ketika seorang pasen sungguh percaya bahwa tablet itu menyembuhkan, ia menerima apa yang ia percayai dan sembuh.
• “Berfokus pada kesehatan yang sempurna” adalah sesuatu yang dapat kita semua lakukan di dalam diri, terlepas dari apa yang sedang terjadi di luar diri.
• Tawa menarik kegembiraan, melepaskan negativitas, dan menjurus ke penyembuhan ajaib.
• Penyakit ditahan di tubuh oleh pikiran, oleh pengamatan penyakit, dan oleh perhatian yang diberikan kepada penyakit. Jika Anda merasa agak tidak enak badan, jangan membicarakannya—keculai jika Anda menginginkan lebih banyak keadaan tidak enak. Jika Anda mendengarkan orang lain membicarakan penyakitnya, Anda menambah energi kepada penyakit mereka. Sebaiknya, gantilah perbincangan ke hal-hal yang baik, dan berikan pikiran yang kuat dalam melihat orang itu dalam keadaan sehat.
• Kepercayaan tentang penuaan hanya ada dalam pikiran, jadi lepaskan pikiran-pikiran itu dari kesadaran Anda. Fokuskan pada kesehatan dan kemudaan abadi.
• Jangan mendengarkan pesan-pesan masyarakat tentang penyakit dan penuaan. Pesanpesan yang negatif tidak bermanfaat bagi Anda.

Part 8
• Anda menarik apa yang Anda tolak karena Anda berfokus padanya dengan emosi yang kuat. Untuk mengubah sesuatu, masuklah ke dalam dan pancarkan sinyal baru melalui pikiran dan perasaan Anda.
• Anda tidak dapat menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal negatif. Ketika Anda berfokus pada peristiwa-peristiwa negatif dunia, Anda bukan saja menambahnya, tetapi juga mendatangkan lebih banyak hal negatif ke dalam hidup Anda sendiri.
• Daripada berfokus pada masalah dunia, berilah perhatian dan energi pada kepercayaan, cinta, kelimpahan, pendidikan, dan perdamaian.
• Kita tidak akan pernah kehabisan segala sesuatu karena ada lebih dari cukup kebaikan untuk setiap orang. Hidup dimaksudkan untuk berkelimpahan.
• Anda memiliki kemampuan untuk memasuki cadangan tak terbatas melalui pikiran dan perasaan Anda serta mendatangkannya ke dalam pengalaman Anda.
• Puji dan berkati segala sesuatu di dunia, Anda akan melarutkan semua negativitas dan ketidakselarasan, serta menyelaraskan diri dengan frekuensi tertinggi—cinta.

Part 9
• Segala sesuatu adalah energi. Anda adalah magnet energi, jadi secara elektris anda memberi energi pada segala sesuatu ke arah Anda dan secara elektris memberi energi pada diri sendiri ke arah segala sesuatu yang Anda inginkan.
• Anda adalah makhluk spiritual. Anda adalah energi, dan energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan—energi hanya berubah bentuk. Karenanya, esensi murni dari Anda selalu ada dan akan selalu ada.
• Semesta muncul dari pikiran. Kita mencipta bukan saja takdir kita, tetapi juga Semesta.
• Tersedia pasokan ide yang tak terbatas bagi Anda. Semua pengetahuan, penemuan, berada di Akal Semesta sebagai kemungkinan-kemungkinan, menunggu akal manusia untuk menarik mengeluarkannya. Anda menyimpan segala sesuatu di dalam kesadaran Anda.
• Kita semua terhubung, dan kita semua adalah Satu.
• Lepaskan kesulitan, aturan budaya, dan keyakinan sosial masa lalu. Anda adalah satu-satunya orang yang dapat menciptakan kehidupan yang pantas bagi Anda.
• Jalan pintas untuk mewujudkan hasrat Anda adalah melihat apa yang Anda inginkan sebagai fakta absolut.
• Daya Anda ada dalam pikiran Anda, jadi tetaplah sadar. Dengan kata lain, “Ingatlah untuk mengingat.”

Part 10
• Anda harus mengisi papan tulis kehidupan Anda dengan apa pun yang Anda inginkan.
• Satu-satunya hal yang perlu Anda lakukan hanyalah merasa baik sekarang juga.
• Semakin banyak Anda menggunakan daya kekuatan di dalam diri Anda, semakin banyak daya yang akan tertarik kepada Anda.
• Saat untuk merangkul keluarbiasaan Anda adalah sekarang.
• Kita berada di tengah zaman keagungan. Ketika kita melepaskan pikiran-pikiran yang membatasi, kita akan mengalami keluarbiasaan sejati manusia, dalam setiap bidang ciptaan kita.
• Lakukan apa yang Anda sukai. Jika Anda tidak mengetahui apa yang membuat Anda gembira, tanyakan, “Apakah kegembiraan saya?” Ketika anda berkomitmen pada kegembiraan Anda, Anda akan menarik serangkaian hal yang menggembirakan karena anda memancarkan kegembiraan.
• Sekarang, setelah Anda mengenal pengetahuan Rahasia, apa yang akan Anda lakukan terserah pada Anda. Apa pun yang Anda pilih adalah benar. Kekuatan milik Anda

Oke.. Sekian dari saya semoga dapat menjadi wawasan yang berguna

kunjungi link berikut yg ingin download > https://www.dropbox.com/s/7tcph9xybycgwvu/THE%20SECRET%20bahasa%20indonesia.3gp?dl=0

Blog Baru

Dulu masih smp kelas 1 sebenernya udah punya blog sendiri, tapi semenjak negara api menyerang yaah... gatau juga? hehehe #Abaikan